Klasifikasi Data Center Tier untuk Optimalkan Server

Klasifikasi Data Center Tier untuk Optimalkan Server

Others

Sistem data center yang baik tentunya mempunyai kapasitas yang memadai dalam pengelolaan data semua klien. Kinerja operasional sistem pusat data tersebut bergantung pada tier yang diterapkan. Rangkaian sistem data center tier dapat diklasifikasikan menurut kualitasnya ke dalam 4 tingkatan sebagai berikut.

Tier 1

Keseluruhan peralatan IT yang tergabung dalam rangkaian ini difokuskan pada satu jalur distribusi non redundant, yaitu satu uplink untuk setiap server. Sistem ini pada umumnya ditemui pada perusahaan atau organisasi besar yang punya data center sendiri, namun data yang tersimpan belum terlampau banyak seperti milik Google.

Layanan aktivitas operasional untuk akses data pada tier 1 ini didukung dengan pelayanan selama jam kerja. Jadi, sistem hidup selama jam kerja atau jam operasional. Pada tier 1 sudah dilengkapi sistem back up energi menggunakan UPS. Power supply cadangan ini tersedia untuk mengamankan data saat pasokan listrik PLN mengalami gangguan atau ketika padam.

Tingkat up time dari tier 1 ini adalah 99,671%. Itu berarti bahwa tersedia batas toleransi gangguan maksimal selama 28 jam dalam setahun. Dengan demikian, Anda bisa membuat pusat data sendiri menggunakan tier 1 untuk menyimpan data dengan kapasitas maksimum tier 1 jika tidak ingin menyimpan data di pusat data.

Tier 2

Tipe rangkaian sistem data center yang kedua adalah tier 2. Pada dasarnya, sistem tier tingkat 2 ini sama dengan tier tingkat 1. Perbedaannya adalah tier 2 sudah ditambah dengan komponen redundant yaitu komponen yang serba mempunyai sumber daya cadangan.

Selain menggunakan UPS, power supply tier 2 ini dilengkapi dengan genset untuk persiapan suplai energi jika terjadi pemadaman listrik bergilir atau tidak optimalnya aliran listrik dari PLN. Rangkaian sistem ini terbilang efektif karena sudah didesain dengan tingkat uptime sebesar 99,741%. Toleransi down dalam tier 2 ini adalah 22 jam selama satu tahun.

Tier 3

Klasifikasi data center tier berikutnya adalah tier tingkat 3. Kualitas tier 3 ini sudah lebih baik dibandingkan tier 1 dan tier 2. Spesifikasi tier 3 ini sama dengan tier 2, namun sudah ada penambahan power supply dan jaringan yang lebih dari 1.Jadi, dalam tier 3 ini merupakan sistem pusat data dengan power supply sangat memadai dan multi network link.

Dengan penambahan power supply dan jaringan yang memadai tersebut, sistem no shutdown dapat diterapkan. Anda bisa memilih pusat data tier 3 dengan sistem akses no shutdown, yaitu mesin bekerja full time secara terus menerus. Karenanya, terdapat sistem pendingin di dalam ruangan untuk menyesuaikan suhu agar tidak terlalu panas akibat kerja mesin.

Tingkat uptime dari tier 3 adalah sebesar 99,982%. Hal tersebut berarti bahwa toleransi gangguan selama satu tahun pada tier ini adalah hanya 1,5 jam. Pada umumnya, pusat data ini hampir berbeda dengan performa dari pusat data tier 4.

Tier 4

Tingkatan tier tertinggi ini mempunyai kualitas kinerja operasional yang membanggakan.  Pengadaan tier 4 pada pusat data memang sangat mendukung kinerja operasional yang optimal. Semua peralatan IT dapat bekerja secara terpadu dengan kemampuan yang terfokus untuk melayani aktivitas operasional kapan pun karena menerapkan sistem no shutdown.

Sistem ini sama dengan tier 3, hanya saja tingkat toleransi down time nya rendah, yaitu hanya 30 menit dalam satu tahunnya. Hal ini berarti bahwa kinerja operasionalnya snagat prima hingga jarang mengalami gangguan dan proses pemulihannya cepat jika terjadi gangguan.

Klasifikasi data center tier tersebut sangat berguna bagi Anda yang ingin menilai kualitas data center. Agar pengelolaan dan penyimpanan data lebih aman, pilihlah pusat data yang terbaik sesuai dengan kemampuan finansial. Semakin tinggi kualitas Tier, maka semakin mahal pula biayanya. Intinya, berapapun kualiatas tier, pilihlah pihak jasa yang terpercaya.